Monday, March 28, 2016

Tips Bagi Orangtua Agar Anak Dapat Menerima Adiknya Yang Baru

Bila anda sebagai orangtua baru memiliki seorang bayi, anda perlu pintar-pintar membagi waktu dengan si kakak yang baru saja tumbuh besar. Perhatian tentu saja akan terbagi karena anda akan sibuk mengurus si kecil yang baru saja lahir. Jangan sampai si anak merasa diabaikan karena adanya anggota baru yang hadir dalam keluarga. Hal negatif tentu saja dapat berpengaruh dengan tumbuh kembang emosi anak. Perkembangan emosi anak secara psikologi harus tetap dijaga dengan tetap mencurahkan perasaan sayang padanya. 
Tips berikut dapat dipraktikkan bagi orangtua agar anak dapat menerima adiknya yang baru :

1. Belajar memahami perasaan anak.
Bila anda sebagai orangtua baru memiliki seorang bayi, anda perlu pintar-pintar membagi waktu dengan si kakak yang baru saja tumbuh besar. Perhatian tentu saja akan terbagi karena anda akan sibuk mengurus si kecil yang baru saja lahir. Jangan sampai si anak merasa diabaikan karena adanya anggota baru yang hadir dalam keluarga. Hal negatif tentu saja dapat berpengaruh dengan tumbuh kembang emosi anak. Perkembangan emosi anak secara psikologi harus tetap dijaga dengan tetap mencurahkan perasaan sayang padanya. Tips berikut dapat dipraktikkan bagi orangtua agar anak dapat menerima adiknya yang baru.


2. Didik anak dengan peran sebagai kakak.
Didik anak anda dengan peran baru sebagai seorang kakak. Hal-hal sederhana seperti memilih pakaian buat adik bayi, memegang botol susu, menghibur adik ketika sedang menganti popok, atau menemani adik bermain dapat dilakukan anak agar lebih berperan. Jika anak sudah berperan sebagai kakak yang baik, jangan lupa memberikan pujian dan hadiah khusus.

3. Atur waktu berdua dengan si kakak.
Jika anda mengamati anak anda masih sulit menerima keberadaan adiknya yang baru lahir, anda dapat meluangkan waktu berdua antara anda dengan si anak. Luangkan waktu hanya berdua seperti makan di restoran atau jalan-jalan ke tempat bermain. Hal ini perlu dilakukan untuk menunjukkan anda masih memberikan perhatian padanya. Sehingga merubah pendapat si kakak jika kehadiran adiknya yang baru tidak akan merubah sikap anda kepadanya.

4. Atur waktu berdua kakak dan adik.
Tentukan waktu agar anak bisa lebih berperan menjaga adik bayi. Misalnya kakak bisa menjaga adik bayinya sebelum tidur siang atau sebelum makan siang. Ingat untuk menghindari hal-hal yang dapat membuat pikiran anak teralihkan seperti televisi menyala yang dapat mengalihkan perhatian si anak dari adiknya.


Share: